Pondok Pesantren Hidayatullah Batam akan memasuki usianya yang ke-21 tahun, sejak didirikan pada tahun 1998. Hal itu ditandai agenda Milad Hidayatullah Batam yang ke-21 tahun di Kampus Utama Hidayatullah, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau pada tanggal 25-27 Juni mendatang.

Milad ke-21 yang akan dibuka secara resmi oleh Bapak Gubernur Kepulauan Riau ini mengangkat tema “21 Tahun Berkhidmat Membangun dan Mencerdaskan Umat”.

Acara yang akan dirangkai dengan tabligh akbar oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr. Nashirul Haq ini akan dihadiri sejumlah tokoh, ulama, para pejabat pemerintahan serta tamu undangan lainnya. Sejumlah kegiatan juga telah disiapkan untuk mengisi momen bersejarah yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut.

Kata Khoirul Amri, Ketua Panitia Milad Hidayatullah Batam ke-21, beberapa jenis kegiatan yang akan dilakukan seperti jalan sehat, bazar produk lokal, seminar keilmuan, dan lainnya.

Sesuai tema yang diusung, momentum ini meneguhkan kiprah dan peran Hidayatullah di tanah Melayu, dalam berkhidmat mencerdaskan umat dan bangsa di negeri tercinta ini.

Ustadz Jamaluddin Nur, Ketua Yayasan PP Hidayatullah Batam menyatakan bahwa, nilai dan pesan moral yang hendak disampaikan dalam acara milad ini adalah peran serta dan partisipasi Hidayatullah dalam berkhidmat kepada umat untuk NKRI yang bermartabat.

“Nilai inilah yang hendak ditampilkan oleh Hidayatullah Batam dalam acara Milad ke-21 tahun berdirinya lembaga ini”, terang Jamal pada Jum’at (21/6/2019).

Kesyukuran terhadap nikmat Allah swt, lanjut Jamal, atas karunia begitu besar yang diberikan pada lembaga ini. Tidak terasa sudah 21 tahun mengawal cita-cita besar untuk tegaknya perabadan mulia.

Kampus yang kini berdiri di sudut pertigaan jalan kawasan Muka Kuning, Batam, Kepulauan Riau, kata Jamal tidak jatuh dari langit. Tidak pula dengan sim salabin langsung jadi. Perjalanan sungguh panjang dan berliku.

“Dulunya, kampus ini adalah hutan belantara. Lokasinya pun di puncak bukit. Tidak terbayang  menjadi kampus yang kini dapat kita saksikan bersama. Dapat dikatakan, semua atas pertolongan Allah, dan mujahadah terus menerus, hingga mimpi itu dapat menjadi nyata”, ungkap Jamal penuh haru.

Di awal merintis, lanjut ustadz dengan empat anak ini, setiap hari bersama santri, hanya kerja bakti menebang pohon dan membabat rumput liat. Itulah suasana baru saat membuka lahan ini sebagai cikal bakal Kampus Hidayatullah di Batam.

Bermula hanya 15 orang santri binaan, kampus ini menjelma menjadi lembaga pendidikan Islam yang maju dan unggul di Kota Batam, dengan jumlah anak didik mencapai 4000-an santri, dari TK, SD, SMP, SMA, Ma’had Tahfizh al-Qur’an, hingga perguruan tinggi.

Kampus ini, masih menurut Jamal,  dibina dengan tiga dimensi; alamiah, ilmiah, dan islamiah. Alamiah; lanskap yang nyaman, penataan taman dan pohon-pohon yang rindang untuk menghadirkan kesejukan. Ilmiah; pengelolaan pendidikan yang profesional dan kurikulum akademik yang sistematis, dari usia dini hingga kuliah. Islamiah; nafas religiusitas memenuhi detak kehidupan di kampus, seperti shalat berjama’ah, shalat tahajud, silaturahim antar sesama, budaya salam, serta aktifitas halaqah dan wirid di pagi dan sore hari.

Capaian Hidayatullah Batam seperti sekarang ini, menurut Jamal, juga tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak yang memilik kepedulian terhadap dakwah, sosial dan pendidikan. Mereka antara lain para pejabat dari pemerintahan, pengusaha dan simpatisan yang tak henti-hentinya memberi dukungan moril maupun materil.

“Inilah kiprah dan peran Hidayatullah di Batam dalam mencerdaskan anak bangsa dan berkhidmat untuk umat untuk tegaknya peradaban bermartabat”, tutup Jamal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here