Kolom MahasiswaTerbaru

Self-Love dalam Perspektif Islam

SELF-LOVE DALAM PERSPEKTIF ISLAM

oleh: Siti Nur Mawaddah, Ketua Bidang Kemuslimahan LDK Ashabut Tajdid

Islam merupakan satu-satunya agama samawi yang ada dan asli yang sesuai dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Islam dalam bentuk masdar dari kata aslama-yuslimu-islaaman yang artinya taat, tunduk, patuh, berserah diri kepada Allah. Agama Islam ini mengajarkan kepada jalan kebaikan dan menuju kehidupan yang Allah ridoi. Oleh karena itu Islam juga dapat merubah dan memperkokoh cerminan pribadi seseorang.

Dapat diartikan Self-love dalam Islam adalah memberikan dampak yang positif dalam diri untuk menuju memperbaiki diri agar lebih menyadari bahwa ingin dibawa kemana kepribadian yang baik itu. Self-love juga memberikan cinta sepenuh hati hingga jiwa semakin istiqomah untuk terus memperbaiki serta menuju kesempurnaan dan kesucian jiwa.

Allah berfirman dalam al-Qur’an yang berbunyi: “Katakan (Muhammad) ‘apakah akan kami beritahu padamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatan dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya”. (QS.al Kahfi 18: 103-104).

Ayat tersebut memberikan sebuah penjelasan bahwa tidak semua seseorang menyadari dirinya dalam segala perbuatan yang pernah dilakukan, hanya menyangka bahwa perbuatannya baik-baik saja padahal orang seperti itu hanya sia-sia dan orang yang merugi. Sebab itulah perlu adanya kita untuk mencintai diri kita dengan memperkokoh keimanan, menjaga kehormatan diri dan tetap taat, patuh serta tunduk kepada Allah agar terhindar dari orang-orang yang merugi dan sia-sia, sebagaimana agama Islam sendiri mengajarkan kepada kita untuk lebih memperdalam ilmu agama dan ilmu pengetahuan.

Sudah jelas bahwa mencintai diri berasal dari lubuk hati, dari jiwa yang paling dalam dengan tulus tanpa pamrih. Mencintai diri dengan maksud untuk mengetahui agar keberadaan kita di bumi adalah sebagai hamba Allah untuk beribadah kepada Allah dan bermanfaat kepada semua makhluk hidup. Tidak semua orang mencintai diri itu secara mudah begitu saja, perlu adanya proses yang perlu dilalui disetiap perjalanan dalam mencintai diri.

Mungkin kita sering kali menggunakan istilah Self-love, tetapi apakah sudah benar-benar menerapkannya dengan benar? Apakah kita mencintai diri dengan sepenuh hati? Sedangkan kita susah untuk mengatur waktu dengan baik?

Hal seperti ini banyak sekali dijumpai oleh orang-orang, yang membuat bingung terhadap dirinya sendiri. Sedangkan dalam hal seperti ini kita dapat merenungi sudah sampai mana diri kita ini untuk lebih memperbaiki diri dan menyadari hal-hal yang negatif. Hal seperti ini bisa kita rubah dengan cara Self-love dalam Islam untuk lebih menyeimbangkan antara dunia dan akhirat.

Self-love dalam Islam ketika kita sudah benar-benar menerapkannya dengan benar dan sepenuh hati, Self-love ini akan selalu memberikan suatu efek terhadap pribadi sendiri dan lingkungan. Karena Self-love ini senantiasa menumbuhkan rasa cinta pada diri sendiri. Self-love dapat tumbuh ketika kita memulai perjalanan pengembangan diri, dan kebiasaan-kebiasaan diri yang selalu menonjolkan aura yang positif. Dan yang dimaksud dari pengembangan diri adalah pertumbuhan fisik, spiritual, dan fisiologis kita, karena secara tidak langsung masing-masing aspek tersebut akan saling berkaitan dan terhubung secara langsung kepada Self-love. Self-Love diri ini juga dapa
Seorang wanita adalah sangat dipastikan untuk Self-love terhadap dirinya.

Kenapa? Karena seorang wanita adalah mempunyai cerminan diri yang dapat memberikan teladan yang baik terhadap keturunannya. Seorang wanitalah yang banyak berperan dalam Self-love ini karena seorang wanita adalah suatu perhiasan dunia yang harus dijaga kehormatannya dan lebih memperdalam inner beauty dengan keagamaan.

Allah berfirman yang berbunyi: “Dan katakanlah para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kepada suami mereka atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung”. (QS. An-Nur 24: 31)

Ayat di atas memberitahukan kepada kaum wanita jagalah pandangan dan kehormatan diri agar lebih terjaga dalam kepribadian yang dapat mencerminkan sebagai wanita yang dapat dicontoh dan di agungkan oleh Allah untuk menjadi wanita yang dapat di amanahkan seperti istri-istri nabi Muhammad Saw.
Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan dalam Self-love dalam perspektif Islam ini di antaranya sebagai berikut:

Berikan penetapan yang positif di dalam diri

Penetapan positif yang muncul dalam diri adalah hal yang sangat penting untuk Self-love diri, dalam hal ini memberikan hasil yang terukir di fikiran bawah sadar bahwa akan merubah prilaku yang buruk di dalam diri. Fikiran ini akan timbul dengan sendirinya ketika kita mampu mengeluarkan aura yang selalu positif terhadap diri sendiri. Mencintai diri ini mudah dilakukan jika kita selalu munculkan auara positif terhadap diri. Dalam penetapan yang positif terhadap diri kita akan menumbuhkan kepercayaan diri, meningkatkan kesehatan tubuh, menjauhkan diri dari depresi, memberikan kenyaman diri, dan membuat diri lebih bahagia. Hal seperti ini Self-love akan mempermudah kita lebih baik dari sebelumnya.

Bersyukur

Allah berfirman yang berbunyi: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah nikmat kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat ku), maka pasti azab ku sangat berat”.
Bersyukurlah atas nikmat yang diberikan pada dirimu untuk lebih merasakan nikmat hidup yang senantiasa memberikan kita menyadari apa yang salah terhadap diri kita ini.

Sabar dan Shalat lima waktu dan berpegang teguh kepada al-Qur’an dan as-Sunnah

Allah berfirman yang berbunyi: “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”. (QS. Al-Baqarah: 45)
Dalam sabar dan sholatlah Self-love ini akan tetap istiqomah dan terhindar dari perbuatan yang keji dan mungkar.
Mencintailah diri dengan mengharap ridho Allah dengan ikhlas dan tetap istiqomah dalam pendirian diri yang mengembangkan jiwa yang positif dalam setiap tindakan.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
×

Assalamu'alaikum.

Tanyakan sesuatu tentang STIT Hidayatullah Batam.

× Tanyakan Tentang Kami